Padi
adalah tumbuhan yang sangat penting bagi hidup manusia. Dari tanaman inilah
beras dihasilkan. Namun tidak banyak orang tahu, sekam dari padi juga
bermanfaat bagi manusia. Seringkali kita melihat abu ataupun sekam padi terbuang
sia-sia.
Sekam
padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang
biasa digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar).
Sekam bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama. Sebagai
media tanam, keduanya berperan penting dalam perbaikan struktur tanah sehingga
sistem aerasi dan drainase di media tanam menjadi lebih baik.
Penggunaan
sekam bakar untuk media tanam tidak perlu disterilisasi lagi karena mikroba
patogen telah mati selama proses pembakaran. Selain itu, sekam bakar juga
memiliki kandungan karbon (C) yang tinggi sehingga membuat media tanam ini
menjadi gembur. Namun, sekam bakar cenderung mudah lapuk.
Sementara
kelebihan sekam mentah sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air, tidak
mudah lapuk, merupakan sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, dan tidak
mudah menggumpal atau memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan
sempurna. Namun, sekam padi mentah cenderung miskin akan unsur hara.
Media
tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang
akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam.
Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda
habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah
memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda. Secara umum, media tanam
harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara,
dan dapat menahan ketersediaan unsur hara.
Dengan menggunakan media
tanam abu sisa pembakaran tanaman padi yang sudah dipanen maupun sekam padi
(kulit padi yang telah diambil berasnya) dapat mengatasi permasalahan lahan
pertanian yang semakin berkurang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar